Tradisi yang ada di bengkulu?. Mungkin kata itulah yang ada di pikiran googling pariwisata di bengkulu. Setiap daerah di indonesia pastinya memiliki tradisi dengan berbagai macam corak. Tidak lain dan tidak bukan bengkulu memiliki juga tradisi tahunan yaitu tabot
Tabot atau orang ambo sering menyebutkan festival tabot. Tabot adalah festival yang diajukan secara turun-temurun di kota bengkulu sebagai bentuk rasa syukur aja. Tidak terkait dengan mistis dan juga sebagai hiburan untuk masyarakat bengkulu. Puncak dari vestifal ini yaiut pembuangan bahan tradisi ke pantai bengkulu.
 |
| gambar festival tabot |
Hantu Web - Bengkulu - Setiap tanggal 1 hingga 10 MuharramH, Kota Bengkulu menggelar Festival Tabot. Sebuah festival yang berlatarbelakang agama sekaligus kearifan lokal.
Perayaan Tabot ini dihelat masyarakatBengkulu (keluarga keturunan Tabot) sejak abad ke-14 untuk memperingatiwafatnya Imam Hussain, cucu Nabi Muhammad Saw yang meninggal di Karlaba, Irak.
Bagi saya, festival ini sangat unikdan menarik karena dipenuhi serangkaian kegiatan yang bersifat ritual dankolosal. DI sini, wisatawan juga akan disuguhi penampilan seni dan budaya KotaBengkulu. Kemudian prosesi ritual yang dilakukan dalam beberapa tahap.
 |
| Gambar indahnya tradisi bengkulu |
Pada acara penutupan, pengunjung dapatmenyaksikan seluruh tabot bersanding untuk diarak bersama tabot pembangunandalam karnaval ritual kolosal. Wujud tabot ini mirip tandu persegi empat denganornament masjid.
Tabot sendiri dalam kitab suci Islamdiartikan sebagai sebuah peti yang berisi kitab Taurat. Bani Israil di masa itupercaya bahwa mereka akan mendapat kebaikan bila tabot muncul dan berada ditangan pemimpin mereka.
 |
| Pernak pernik hiasan tabot |
Dalam pelaksanaan Festival Tabot, ada beberapa peralatan dan perlengkapan yang harus dipersiapkan, diantaranya Pembuatan Tabot, Kenduri, dan Sesaji. Perlengkapan Musik Tabot, Kelengkapan dan lainnya. Kebudayaan Tabot di Bengkulu dibawa dan diperkenalkan oleh pendakwah dari Punjab, India, tahun 1336 Masehi dan juga oleh pasukan Gurkha (tentara bayaran Inggris) tahun 1685.
Festival tahunan ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat dan bahkan digemari wisatawan domestik dan mancanegara. Ratusan, bahkan ribuan orang tumpah ruah di sepanjang jalan dan lapangan untuk menyaksikan berbagai tahapan prosesi menarik dalam acara tersebut.